Terlampau Rindu

Aku terus menyiksa diriku hanya dengan merindukanmu.

kau masih ingat tentang “rindu itu menyenangkan ketika yang dirindu juga sama merasakan rindu”?

Ternyata aku salah. Stupid! Rindu itu sulit. Hal yang jauh lebih menyenangkan daripada rindu adalah temu.

berkali kali aku ingin kerumahmu, berkali kali pula ada rasa yang mencegahku

Kau tahu mengapa aku sendiri yang membangun tebing besar diantara kita?

Alasannya hanya, Kamu masih ingin main main dengan hatimu sedangkan aku tidak

Ada hati lain yang harus kamu jaga selain milikku, lalu aku memilih pergi

Iya pergi. entah akan lama atau sebentar.

Tapi ingatlah ini..

Tentang Takdir, Jika telah ditakdirkan maka tidak akan pergi jauh

Tentang Kembali, yang pergi pasti akan kembali pulang meski jauh.

Untukmu, jika ada kata yang melebihi rindu

aku ingin mengucap itu didepanmu.

kesamben, 2 Sept 2018

Iklan

Setelah Badai

lalu aku tetap memceritakan kisahku padaNya

meski aku tahu Ia lah pencipta kisahku

aku mengeluh sedih kesal dan tak karuan

lalu mulai bangkit tak lama terjatuh lagi

ketika aku telah benar benar letih

kuceritakan lagi segala hal buruk padaNya

lalu berpasrah dan meminta ampunan

ketika saat yang kutunggu datang

perlahan Allah memperbaiki

jika aku yakin padaNya semua akan baik baik saja

jika memang terlihat buruk aku yakin takdirNya yang terbaik

Setelah badai, Allah menciptakan pelangi indah untukku

tentu indahnya hanya sementara

tapi aku bersyukur, dan

semoga sang pelangi akan menjadi abadi

karena kehendakNya semua tidak mustahil.

Kesamben, 26 Agustus 2018

kembali

aku mulai menulis kembali

kemarin kucoba untuk membiasakan namun gagal beberapa saat karena malas, kemarin menulis saat sedang patah, karena mudah merangkai kata saat sedang rapuh.

lalu aku kembali

tidak sedang patah hatinya lalu menulis

aku kembali untuk merangkai kata yang bisa kubaca, dia baca, kamu baca suatu saat

menulis meski tak halus dan bagus.

Bukan seperti itu..

Hai

Jangan ragu..

Jika aku tak lagi mengucapkan selamat pagi bukan berarti aku tak sayang lagi

Jika aku tak lagi seseru dulu bukan berarti aku sudah bosan denganmu

Jika aku mungkin membuatmu marah bukan berarti aku mencoba ingin pisah

Jika aku tak ada kabar meski kau coba hubungi bukan berarti aku disini diam saja tanpa peduli

Jika aku diam membisu bukan berarti aku tidak rindu

Ada suatu keadaan dan waktu dimana kita sudah tidak lagi melakukan kebiasaan yang semacam itu, mengucapkan selamat pagi atau tidak pun tak ada beda asal komunikasi tak cacat dan terus ada.

Aku mencoba menjadi diriku yang mungkin tidak seseru saat itu.

Aku mungkin salah membuatmu marah, tapi kumohon biarkan kujelaskan apa mauku dan sudut pandangku, jangan langsung pergi, diam, dan tidak peduli.

Aku tetap ada disini meski tidak ada kabar yang dapat kuberi, memikirkanmu meski dalam keramaian yang mencoba untuk tidak menyempatkan.

Kau sudah tahu bahwa perempuan itu rumit, perasaanya maupun tingkahnya. Aku sadar itu mungkin memang nyata karena kita selalu memakai perasaan untuk apapun yang ada.

Diam pun, mungkin aku hanya sedang ingin dimengerti, ingin dipahami. Rindu? Tentu, bahkan rasanya ingin meledak tak tahu harus apa dan bisa apa.

Berlebihan tidak?

Ingat ini saja..

Jika tak ada lagi yang mendekatimu, aku siap ada disampingmu.

6 Juli 2018

Sedari pagi memang sudah tak baik, ntah hati maupun fisik, tapi hati ini selalu berusaha untuk menutupi. tak apa karena jika bercerita pada orang lain hanya akan membebani toh belum tentu peduli.

Lalu bukan dari hati. tanganku ingin bercerita lewat tulisan ini, hari ini terlihat biasa tapi aku merasa berbeda, aku tidak bisa untuk tidak berfikir terlalu dalam, karena aku ya begitu.

Aku ini tipikal memendam sakit sendirian, jika aku cemburu pada suatu hal, aku enggan untuk membicarakan atau bertanya, karena aku tahu jawabannya akan menyakiti lebih dalam.

Jika yang ada dihatiku ini sudah menggila jawaban dan rasanya ingin meledak baru aku akan bertanya.

Mengalah bukan berarti kalah, dua ego yang berbeda jika sedang tak sependapat dan komunikasi cacat pasti tak karuan. Lalu harus ada yang mengalah diantaranya agar masalah tak berlarut parah.

Memperbaiki komunikasi? Tidak sesulit itu, hanya perlu keterbukaan diantara kalian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya ada di pikiran masing masing.